01 November 2010

WANITA MUSLIMAH DAN TUKANG BESI


Ketika si tukang besi sedang duduk di rumahnya melepas lelah setelah seharian bekerja, tiba-tiba terdengar pintu rumahnya diketuk orang. Si tukang besi keluar untuk melihatnya, pandangannya menubruk pada sesosok wanita cantik yang tak lain adalah tetangganya.

“Saudaraku, aku menderita kelaparan. Jika bukan karena tuntutan agamaku yang menyuruh untuk memelihara jiwa, aku tidak akan datang ke rumahmu. Maukah engkau memberikan makanan padaku karena Allah ?” tutur wanita itu.

Ketika itu, telah datang musim kemarau. Sawah dan ladang mengering. Tanah merekah berkeping-keping. Padang rumput menjadi tandus sehinggakan haiwan ternakan menjadi kurus dan akhirnya mati. Makanan menjadi terhad, maka tak hairan kelaparan melanda sebahagian besar penduduk desa itu. Hanya sebahagian kecil yang masih mampu bertahan.

“Tidakkah engkau tahu bahwa aku mencintaimu ? Akan kuberi engkau makanan, tetapi engkau harus melayaniku semalam” kata tukang besi itu.

Si tukang besi memang jatuh hati kepada jirannya itu. Dia merayunya dengan berbagai cara dan taktik, namun tak juga dapat menambat hati wanita itu.

“Lebih baik mati kelaparan daripada derhaka kepada Allah” ujar wanita itu sambil berlalu menuju rumahnya.

Setelah dua hari berlalu, wanita itu kembali mendatangi rumah si tukang besi dan mengatakan hal yang sama. Demikian pula jawapan si tukang besi itu. Ia akan memberi makanan asalkan wanita itu mahu menyerahkan dirinya. Mendengar jawapan yang sama, wanita itupun kembali ke rumahnya.

Dua hari kemudian, wanita itu datang lagi ke rumah tukang besi itu dalam keadaan payah, suaranya garau, matanya sayu, dan tubuhnya membengkok karena menahan lapar yang tiada terkata. Ia kembali mengatakan hal serupa. Begitu pula jawapan si tukang besi, sama dengan yang sebelum ini. Wanita itu kembali ke rumahnya dengan tangan kosong untuk ketiga kalinya.

Ketika itulah Allah memberikan hidayah-Nya kepada si tukang besi “Sungguh celaka aku ini, seorang wanita mulia datang kepadaku, dan aku terus berlaku zalim kepadanya“ tutur tukang besi dalam hatinya. “Ya Allah aku bertaubat kepada-Mu dari perbuatanku dan aku tidak akan mengganggu wanita itu lagi selamanya”.

Si tukang besi itu bergegas mengambil makanan dan pergi ke rumah wanita itu. Diketuknya pintu rumah wanita itu. Tak lama kemudian terlihat pintu terbuka dan muncullah seorang wanita yang nampak kuyu. Melihat si tukang besi berdiri di depan pintu rumahnya, wanita itu bertanya,

“Apa keperluanmu datang ke rumahku ?”

“Aku bermaksud mengantarkan sedikit makanan yang aku punya. Jangan risau, aku memberinya karana Allah” jawab si tukang besi.

“Ya Allah jika benar apa yang dikatakannya, maka haramkanlah ia dari api di dunia dan di akhirat” tutur wanita itu seraya menadah kedua telapak tangannya ke langit.

Si tukang besi itu pulang ke rumahnya. Ia memasak baki makanan buat dirinya. Tiba-tiba secara tak sengaja bara api mengenai kakinya, namun kaki si tukang besi itu tidak terbakar. Bergegas ia menemui wanitu itu lagi.

“Wanita yang mulia, Allah telah mengabulkan doamu” ujar si tukang besi.

Seketika itu, wanita itu sujud syukur kepada Allah.

“Ya Allah Engkau telah mewujudkan doaku, maka cabutlah nyawaku saat ini juga”. Terdengar suara dari mulut wanita itu dalam sujudnya. Allah kembali mendengar doanya. Wanita itupun dijemput ke Rahmatullah dalam keadaan sujud.

Demikianlah kisah seorang wanita yang menjaga kehormatannya meskipun harus menahan rasa lapar yang tiada tara.

Peringatan :

Setiap muslimah mestinya dapat mengambil pelajaran berharga dari berbagai kisah wanita shalihah. Merekalah yang harusnya dijadikan suri tauladan dalam kehidupan keseharian, bukan para artis yang menawarkan gaya hidup hedoisme dan materialisme.

0 ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...